Leave a comment

Met Hari Ibu..

Surga di Telapak Kakimu
Gita Gutawa

Kunyanyikan sebuah lagu
Untukmu Ibu
sebagai wujud terimakasih
ku kepadamu
Tanpa lelah kau berjuang
Membesarkanku
Berikan yang terbaik untukku

Izinkanlah tanganmu kucium
Dan kubersujud dipangkuanmu
Temukan kedamaian
Dihangat pelukmu

Didalam hati kuyakin
Serta percaya
ada kekuatan doa yang engkau titipkan
Lewat Tuhan membuat
Semangat bila diri ini rapuh
Dan tiada berdaya

Ada surga di telapak kakimu
Betapa besar arti dirimu
Buka pintu maafmu
Saat kulukai hatimu

Ada surga di telapak kakimu
Lambangkan mulianya dirimu
Hanya lewat restumu
Terbuka pintu ke surga

Kasih sayangmu begitu tulus
kau cahaya dihidupku
Tiada seorang pun yang dapat menggantimu

Ada surga di telapak kakimu
Betapa besar arti dirimu
Buka pintu maafmu
Saat kulukai hatimu

Ada surga di telapak kakimu
Lambangkan mulianya dirimu
Hanya lewat restumu
Terbuka pintu ke surga

Uuuuu huuu uuuuu

Hanya lewat restumu
Terbuka pintu ke surga

3 Comments

Ketika harus Berpisah

“Afwan ya semua. Kita harus berpisah dulu, insya Allah untuk sementara.
Habis ini sama-sama berdo’a dan berusaha ya, agar kelak kita satu kompleks di Jannah-Nya
Subhanallah indahnya.
Yuk, kita susun batu bata itu.

Suatu hari Rasulullah berkata kepada sahabat terkasihnya Umar ra.  “Selalu ingat aku dalam do’amu sahabatku tersayang.”
Sekarang, kata-kata itu juga izinkan saya pinjam. Tolong,tetap do’akan saya dan keluarga ya..”

* Pesan dari mbak ku tersayang,, semoga Allah mempertemukan kita lagi. Jika tidak di dunia ini, smoga di jannahNya kelak..aamiinnnn

Noda-Chiba, 210810

2 Comments

Saingan EO

Joni : 5 tahun ke depan gua punya rencana mau merancang sebuah bisnis loh.

Jojon : wah, bisnis apa tuh ,jon?

Joni : bisnis wedding organizer. Tahu ga kenapa? Soalnya gua lihat ya, bisnis ini prospektif banget. Selain membantu para pasangan dan keluarganya biar ga pusing ngurus acara, gua lihat pangsa pasarnya ni gede banget. Coba, tiap waktu pasti ada aja kan orang yang mau nikah. Bisa laris manis ni..

Jojon:  eh , gw kepikiran mau buat tandingan bisnis lo ni.

Joni : apaan tuh?

Jojon: Divorce Organizer! Kan ga kalah gede tuh jumlah pangsa pasarnya jaman sekarang ni. Kayanya belum ada juga yang buat.. hmm

Jojon : >.<* haduuuhh

Leave a comment

Inspirasiku..

“Andaikata kegagalan adalah bagai hujan, dan kesuksesan bagaikan matahari, maka kita butuh keduanya untuk bisa melihat pelangi.”

“Bagi mata yang tertutup, cahaya seribu lilinpun tak akan pernah bisa berguna.”

“Ya Allah, bila baik sangka kepada Engkau akan membuat kesulitan menjadi terasa mudah, maka jadikan diri ini hanya mampu berbaik sangka pada Mu.”

“Ya Allah, bila iman kepadaMu akan menjadikan hidup yang berat ini menjadi ringan, maka jadikanlah iman sebagai benteng hambaMu.”

“Ah, sungguh manusia macam mana kami ini, kepunyaan kami teramat sedikit tapi sudah berjalan dengan kesombongan, maafkan kami Ya Allah..”

“Duhai Tuhan kami, sebelum semuanya dihentikan oleh kematian, hentikanlah kesombongan kami dan ketidaktahuan diri kami.”

*Referensi: dari berbagai sumber

8 Comments

Awet Muda dengan Bersyukur

Berawal dari obrolan ringan setelah shalat Dzuhur berjamaah dengan salah seorang wanita yang bekerja di sebuah perusahaan kosmetik di Indonesia dimana perusahaan kosmetik itu menjadi salah satu sponsor di acara conference di Bali 2 pekan lalu.. Berikut obrolannya (setelah saling memperkenalkan nama diri):

M : jadi peserta conference yah?

F : iya mbak, saya jadi peserta disini.

M: Lagi kuliah atau bekerja? masih s1 yah kayanya

F :Oh, saya sedang kuliah s2 mbak..

M: wah muda banget yah kelihatannya?saya kira masih s1

F : (sambil senyum2 sendiri sambil berkata pada diri sendiri, “yes, gw dibilang masih s1..berarti awet muda dong 😀 Tapi sebenarnya ad dua kemungkinan : 1) tampangnya memang awet muda ; 2) terlihat gak dewasa; nah, curiga nya siy opsi yang kedua?? 🙂  Ah, gpp..yang penting senang deh pokoknya 🙂 )

M: berapa umurnya , dek?

F : 23 mbak..

M : wah setengahnya umur saya dong

F : haa, masa mbak?ko mbak terlihat seperti umur 27-28an atau 30an awal yah??

M : Ah, masa siy.. anak saya udah SMA loh 🙂

F : (ternyata yang lebih awet muda adalah mbaknya). Wah, mbak apa resepnya niy ko bisa tetap cantik dan awet muda ?

M : Yah, yang penting saya siy BERSYUKUR saja.. Bersyukur dan positive thinking yah dalam hidup. Itu resepnya, dek 🙂

F : oh, gotcha! =)

(sambil merenung,,satu kata,BERSYUKUR tapi sepertinya sering skali dilupakan).

Memang sepertinya ada korelasi antara bersyukur dengan awet muda.. Jika kita bersyukur dan selalu berpikiran positif dalam hidup maka akan terpancar pada wajah kita wajah yang segar, selalu tersenyum (halah). Kedua hal itu yang bisa menunda penuaan sebenarnya, karena kita tidak  stress.

Menurut Quraisy Shihab, kata syukur mengandung arti gambaran dalam benak tentang nikmat dan menampakkannya ke permukaan. Jadi hakikat syukur adalah ‘menampakkan nikmat’. Wujud syukur itu dengan hati, dengan lidah mengucap alhamdulillah (mengakui anugerah dan memuji pemberinya), dan terakhir dengan perbuatan yaitu dengan memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai tujuan penganugerahannya.

Teringat pula istilah orang2 jaman dahulu “Kalau sering marah, cepat tua loh” memang benar. Karena jika kita marah maka energi kita terkuras tinggi. Ketika marah, jantung kita akan berdetak lebih cepat dan uraturat saraf tertarik sehingga dada kita terasa panas dan kepala kita menjadi sedikit pusing. Sering merasa stress akhirnya itulah yang membuat wajah jadi cepat menua..

Biasanya kita marah jika ada sesuatu kehendak yang tidak tercapai atau ada sesuatu yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan dan idealisme kita. Seringkali merasa tidak puas dengan capaian dalam hidup. Tapi pasti jika Allah tidak mengkaruniakan itu sekarang, mungkin esok. Kalau tidak esok, mungkin pekan depan, bulan depan, tahun depan, beberapa tahun lagi, atau mungkin nanti di akhirat. Berhubungan juga dengan arti bersyukur..

Teringat doa Nabi Sulaiman dalam surat An Naml ayat 27 , “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang shaleh” [QS AN Naml:19]

“Jika kamu bersyukur pasti akan Kutambah (nikmat-Ku) untukmu, dan bila kamu kufur, maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih”.

Juga pada QS An Naml (27) ayat 40, yang merupakan pengakuan Nabi Sulaiman, terjemahannya: “Ini adalah sebagian anugrah tuhanKu, untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau kufur”


2 Comments

That a Hero Lies in You

There’s a hero if you look inside your heart
You don’t have to be afraid of what you are.
There’s an answer if you reach into your soul
and the sorrow that you know will melt away

And then a hero comes along
with the strength to carry on
and you cast your fears aside
and you know you can survive.

So, when you feel like hope is gone
look inside you and be strong
and you’ll finally see the truth
that a hero lies in you.

It’s a long road when you face the world alone,
No one reaches out a hand for you to hold.
You can find love if you search within yourself
and the emptiness you felt will disappear.

And then a hero comes along
with the strength to carry on
and you cast your fears aside
and you know you can survive.

So, when you feel like hope is gone
look inside you and be strong
and you’ll finally see the truth
that a hero lies in you.

oh, ohhh,Lord knows dreams are hard to follow,
But don’t let anyone tear them away.
Hold on, there will be tomorrow,
In time you’ll find the way

And then a hero comes along
with the strength to carry on
and you cast your fears aside
and you know you can survive.

So, when you feel like hope is gone
look inside you and be strong
and you’ll finally see the truth
that a hero lies in you
that a hero lies in … you
mmmm that a hero lies in…..you

[Mariah Carey-Hero]

Terkadang teralu tinggi kita mendefinisikan arti seorang pahlawan.. Seseorang yang gugur di medan perang, seseorang yang bersimbah darah berjuang membela negeri dan tanah airnya,, Arti pahlawan dalam konteks pemerintahan. Memang benar.

Tetapi jika kita melihat lagi makna pahlawan dengan lebih luas, maka kita akan tersadar..bahwa sebenarnya pahlawan-pahlawan itu ada di sekitar kita..

Ayah,ibu, guru, sahabat, dan bahkan..diri kita sendiri.

Pahlawan.. Semua orang yang mengorbankan dirinya, dengan sepenuh hati demi kebaikan orang lain dapat dikategorikan sebagai seorang pahlawan. Menjadi pahlawan bagi diri sendiri, yang diwujudkan dengan mensahabatkan diri pada tindakan kebaikan.

You can,, yeaa,you can if you think you can!

2 Comments

Teruslah bergerak, hinga kelelahan itu lelah mengikutimu..

(alm. Ust Rahmat Abdullah)

Memang seperti itulah dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan
meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu.
Berjalan, duduk, dan tidurmu..

Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang
umat yg kau cintai..

Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu.
Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di
tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret.. Tubuh yang
hancur lebur dipaksa berlari..

Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang
akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat
yg diturunkan Allah.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya
sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi
orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak.
Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang
segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah
kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai
jiwa yang tenang.

Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga
terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa
pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya
diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang
sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang
bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.

Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah
bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah
bukannya sepi dari godaan kefuturan.

Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama
mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan
segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.

Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu
menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana
pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan
rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus
mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk
mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.

Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka.
Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda
dibandingkan jihad yang begitu cantik.

Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar
wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar.
Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi
kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..

Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya
adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan
pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan
Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya
besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu
mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru
jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah
dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “

Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya
dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta…
Mengajak kita untuk terus berlari…

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”